
Lampung Selatan, Indo-Opsi.Com —
Aksi pencurian sepeda motor kini benar-benar mencapai titik nekat. Di Jati Agung, Lampung Selatan, komplotan curanmor ini berani beraksi hanya bersebarangan jalan dari Polsek Sukarame, bahkan tak jauh dari Markas Polda Lampung. Ironisnya, meski terekam oleh kamera pengawas, hingga akhir Juli 2025 belum satu pun pelaku berhasil diringkus.
Dalam satu bulan saja, enam sepeda motor dilaporkan hilang di wilayah Kecamatan Jati Agung. Bukannya menurun, gelombang pencurian ini justru menunjukkan pola yang makin berani dan terang-terangan.
Masyarakat mulai kehilangan kepercayaan, bukan hanya terhadap sistem keamanan, tetapi juga terhadap efektivitas penegakan hukum di daerah ini.
- Bukti Rekaman Tak Menjamin Proses Hukum
Salah satu aksi paling mencolok terjadi di parkiran Rumah Makan BuDe Tik, Desa Way Hui, pada Rabu, 2 Juli 2025. Motor Honda CRF 150 milik korban raib meski dalam kondisi terkunci stang. Dua pelaku mencabut busi motor lalu menuntunnya pergi dengan bantuan motor lain. Semua terekam oleh kamera CCTV bengkel 88 Garage yang berada tak jauh dari lokasi.

Yang mengejutkan, lokasi kejadian hanya selemparan batu dari Polsek Sukarame, dan juga tidak jauh dari Polda Lampung. Namun, hingga kini belum ada tanda-tanda keberhasilan pengungkapan kasus. Pelaku seolah menertawakan sistem keamanan yang mestinya jadi benteng masyarakat.
- Empat Pelaku Terekam, Tapi Tetap Bebas
Kasus serupa dialami Mufida Nur Ajlina, mahasiswi asal Way Kanan, yang kehilangan Honda Beat di Kosan Chandra Kost, Gang Negara Batin, Desa Jatimulyo, pada Jumat, 4 Juli 2025.
Rekaman CCTV menunjukkan empat pelaku datang, gagal menyalakan motor dengan kunci palsu, lalu mendorong motor keluar dengan bantuan kendaraan lain. Kerugian ditaksir mencapai Rp17 juta, dan kasus ini dilaporkan ke Polsek Jati Agung dengan nomor LP/B-703/VII/2025.
- Masuk Rumah, Curi Kunci, Gas Motor
Lain lagi dengan Wagiman, warga Dusun V Jati Sari. Pada Selasa, 1 Juli 2025 sekitar pukul 05.00 WIB, pelaku masuk lewat ventilasi rumah, mengambil kunci motor di ruang keluarga, dan membawa kabur Honda Beat Street milik korban. Laporan resminya tercatat dengan nomor LP/B-672/VII/2025
- Tiga Kasus Lain Tak Dilaporkan, Zona Merah Curanmor
” Menurut salah satu tokoh masyarakat Jatimulyo, masih ada tiga kasus pencurian lain yang tidak dilaporkan secara resmi. Korban enggan melapor diduga karena merasa tak akan ada hasil. Dengan demikian, total enam motor hilang sepanjang Juli 2025, mayoritas terjadi di wilayah Dusun Jati Sari dan sekitarnya yang kini disebut warga sebagai “zona merah curanmor.”
- CCTV Bicara, Tapi Penindakan Masih Bungkam
Dari tiga laporan resmi yang masuk, dua di antaranya disertai rekaman CCTV dengan visual pelaku yang cukup jelas. Ciri-ciri sudah bisa dikenali. Namun, tidak satu pun pelaku berhasil ditangkap hingga berita ini ditulis.
Warga mempertanyakan keseriusan aparat. Di kota-kota besar, rekaman CCTV di sepanjang rute pelarian bisa ditelusuri untuk memburu pelaku. Lalu, kenapa itu tidak dilakukan di Jati Agung? Apakah karena tidak tersedia, atau memang tidak dimaksimalkan?
- Warga Desak: Polisi Segera Ungkap Kasus Pencurian di Wilayah Hukumnya
Masyarakat Jati Agung, khususnya Desa Jatimulyo, mendesak Kapolsek Jati Agung dan jajarannya untuk melakukan tindakan nyata. Mereka meminta pembentukan tim khusus, peningkatan patroli malam hari, serta evaluasi total terhadap sistem pengamanan dan penyelidikan yang ada.
“Polisi jangan cuma datang untuk mencatat laporan. Kalau CCTV jelas pun tak bisa jadi bukti, terus kita harus percaya pada apa lagi?” ujar salah satu warga dengan nada kecewa.
Catatan Redaksi:
NU Media Jati Agung membuka ruang pengaduan untuk masyarakat yang menjadi korban kriminalitas. Kami percaya, rasa aman adalah hak setiap warga negara. Dan keadilan hanya bisa hidup jika penegakan hukum dijalankan dengan jujur dan profesional. (**)