MENGAMBIL PERAN DALAM DAKWAH PEMBERDAYAAN

 

Dalam tulisan Pemberdayaan Sebagai Jalan Dakwah penulis berpendapat bahwa Pemberdayaan adalah sebuah dakwah yang paripurna. Kenapa demikian karena seseorang yang memilih terjun sebagai pendakwah pemberdayaan dia harus merasakan hidup bersama masyarakat yang diberdayakannya bukan hanya sekedar tema seremonial yang terpampang di spanduk. Dengan hidup bersama masyarakat akan merasakan denyut nadi kehidupan, sebagai tempat bertanya, tempat berkeluh kesah, membantu memecahkan masalah, bahkan tumpuan harapan berkembangnya wawasan.

Rasulullah Muhammad SAW sebagai Uswatun Hasanah / suri tauladan bagi umat muslim dalam semua aspek kehidupan, kita bisa mengambil contoh ketika beliau menerima risalah dari Allah SWT untuk menyampaikan ajaran Islam. Beliau telah dan terus bersama dengan masyarakat Makkah (sebelum hijrah ke Madinah), sehingga beliau sangat memahami sifat, karakter, watak dan adat istiadat masyarakat Makkah. Begitu sebaliknya masyarakat pun sudah paham dengan Muhammad dari kecil hingga dewasa nya, dengan kata lain sudah terjadi interaksi dalam waktu yang lama.

Dalam berdakwah Rasulullah SAW didampingi dan didukung oleh berbagai kalangan, ada keluarga, sahabat, anak muda, karena banyak yang menentang dakwah beliau pada awal ajaran Islam disampaikan. Yang menentang pun tidak tanggung 2 ada dari keluarga, bangsawan, hartawan, orang yang berpengaruh, dan masih banyak lagi. Dengan penuh kesabaran beliau berdakwah dan penuh pengorbanan harta, raga bahkan keselamatan jiwanya pun terancam, alhamdulillah Islam dapat berkembang.

Kita akan mengambil contoh peran dari keluarga dan para sahabat serta anak muda yang membantu Rasulullah SAW berdakwah. Adalah istri beliau Siti Khadijah yang merupakan saudagar kaya dikalangan masyarakat Makkah, beliau rela dan ikhlas memback up perjuangan dakwah Rasulullah dengan jiwa dan hartanya, konon ketika beliau wafat sudah tidak meninggalkan harta warisan bagi keluarganya. Abu Tholib adalah paman Rasulullah yang mengasuh beliau semenjak ditinggal Aminah ibunya dan kakeknya yaitu Abdul Mutholib, walaupun sampai akhir hayatnya paman beliau tidak mengucapkan 2 kalimah syahadat, tapi dukungan dan pembelaan terhadap dakwah Rasulullah sangat luar biasa.

Abu Bakar adalah sahabat Rasulullah yang umurnya tidak terpaut jauh, adalah orang yang selalu membenarkan apa yang disampaikan oleh Rasulullah, maka beliau dijuluki Asshiddiq. Umar bin Khattab seorang yang punya sifat keras dan pemberani termasuk penentang dakwah Rasulullah diawalnya, tapi setelah beliau tersentuh dan mendapatkan hidayah, dirinya menjadi pendukung dakwah Rasulullah secara terang-terangan. Utsman bin Affan termasuk jajaran orang kaya dikalangan masyarakat Makkah yang tidak berat untuk menyumbangkan hartanya dijalan dakwah Rasulullah. Ali bin Abi Thalib seorang pemuda kreatif, pemberani, tangkas, terampil, gigih yang selalu membantu dakwah Rasulullah. Dan masih banyak lagi para sahabat dengan peran yang berbeda membantu perjuangan dakwah Rasulullah SAW.

bersambung ….
Ahmad Tsauban (Ketua Payungi)