*FGD Pengembangan Desa Wisata Terbanggi Besar Bahas Agenda Kerja*

LAMPUNG TENGAH-Untuk membuat rancangan kerja 2021, Desa wisata Terbanggi Besar FGD(Forum Gugus Discusion), bersama instansi terkait membahas agenda kerja pengembangan pariwisata kampung Terbanggi Besar.

Kegiatan dihadiri oleh Dinas pariwisata, Genpi Lampung, Perwakilan Camat Terbanggi Besar dan Kepala Desa sertaTokoh pemuda, Tokoh masyarakat, serta senator lampung tengah dari partai Nasdem Rizani Andi Wijaya, Firdaus Ali dari partai Gerindra, dan Yulius Heri dari partai Golkar, hadir juga anggota DPR RI dari partai Gerindra Ir. Dwita Ria Gunadi.

Acara di adakan di balai Desa kampung Terbanggi Besar (Kamis/27/5/2021). dan di buka oleh Wakil Bupati Lampung Tengah” Ardito Wijaya”, di lanjutkan tentang pemaparan frofil kampung wisata yang akan di kembangkan terkait pengembangan obyek wisata desa Terbanggi Besar.

Seperti di ketahui kampung Terbanggi Besar telah di tetapkan sebagai kampung wisata dan menjadi salah satu destinasi yang memiliki daya tarik sosio budaya, culture dan sosio religi yang ada di Lampung Tengah.

Hal tersebut sudah di canangkan dan di tetapkan oleh pemerintah. Dan untuk saat ini Bupati Musa-Dito, berkomitment mengembangkannya desa wisata Terbanggi Besar, sebagai destinasi wisata yang ada di lampung.

“Sudah beberapa kali Bupati berasal dari Terbanggi Besar, oleh sebab itu jika bupati dari sini, maka kami berkomitment untuk membangun kampung Terbanggi Besar”, Ungkap mas Dito sapaan akrabnya.

“Musa- Dito berkomitment dalam kepemimpinanya menjadikan Lampung Tengah menjadi kabupaten terbaik se indonesia, hal tersebut bisa terwujud apabila di awali dan di mulai dari kampung terbaik”, Tambahnya.

Potensi yang bisa di kembangkan menjadi desa wisata yang memiliki ciri ciri nilai seni dan budaya, dan religi, merupakan daya tarik bagi pengunjung dan bisa meningkatkan nilai pendapatan bagi masyarakat jika di kelola dengan baik.

Dalam sambutanya DPR RI ” Dwita Ria Gunadi mengatakan akan membantu secara bersama-sama membangun pembangunan yang ada di Terbanggi Besar.

“Kita berkewajiban, dalam mewujudkan mimpi, secara bersama-sama dengan semua elemen untuk membangun Lampung Tengah, dan mendorong terutama di sektor wisata di Terbanggi Besar menjadi daerah Obyek wisata”, Tegasnya.

Selain itu makanan tradisional lampung seruit, pakaian tradisional kain tapis, tarian dan seni musik, serta rumah adat peninggalan jaman dahulu.

Di Terbanggi besar terdapat rumah pusat pemerintahan pertama, terdapat juga benteng bekas pertahanan yang di bangun jaman dahulu kala atau tempat bersembunyian yang terhubung dengan sungai besar.

Kemungkinan pada jaman dahulu kala itu di pergunakan untuk bersembunyi mempunyai akses ke kali besar, dalam keadaan darurat bisa menyelamatkan melalui air.

Selain itu juga terdapat makam ulama besar seh Saddatulloh yang masih keturunan dari seh Gunung Jati, atau syarif hiddayatulloh.

Potensi budaya tersebut merupakan aset bagi masyarakat apabila dikelola maka akan memberikan income bagi masyarakat, yang terpenting adalah kebersamaan dan menyamakan visi dalam mengembangkan pariwisata di twrbanggi besar, mungkin usaha kuliner makanan khas lampung dalam waktu secepatnya sudah ada dan bisa di nikmati masyarakat yang melintas melewati jalan lintas sumatera Terbanggi besar, apalagi pintu tol memang berhadapan dengan sebelah kampung.

Dari pantaun selama ini pedagang yang berjualan di lintas jalan akses masuk ke tol sangat laris baik itu kuliner maupun kuota dan e-toll, Terbanggi Besar sudah menata dan menjadi pilihan bagi masyarakat menikmati rest area sebelum melanjutkan perjalanannya.

Hal senada juga di katakan oleh anggota DPRD kabupaten dari Gerindra ” Firdaus Ali” , Dalam membangun harus ada kontruksinya dalam artian penggeraknya.

“Dengan adanya salah satu tokoh bahwa siap bersinergi keamanan di terbanggi besar sudah sangatbluar biasa, serta kita harus membangun kerangka konstruksi siapa penggeraknya, dan apa yang di kerjakan pertama dulu, apa yang harus kita capai, dan untuk pengembangan selanjutnya”, Ungkapnya.

Mengutip kata owner payungi, master pengembangan pasar jajan dan kuliner di metro ‘ Darma’, saat berkunjung ke payungi tim berdaya dan karang taruna tebas waktu lalu. menurutnya, dalam membangun desa wisata atau kuliner yang tersulit adalah bagaimana bisa satu visi antar komponen masyarakat dan penggerak desa wisata atau kuliner.

Seperti pada awal pendirian “Payungi”, masyarakat pro dan kontra pasti ada namun, ketika masyarakat mulai menikmati hasil yang di dapat mereka mulai tergerak dan muncul rasa memiliki, sehingga tidak perlu ada perintah lagi.

Misal seperti masalah sampah saat kegiatan pasti banyak, tanpa perintah mereka sudah bersama sama membersihkan sampah di lingkungan stand dagangan.

Dalam pemaparannya “Darma”, dari payungi university menekankan bahwa kita harus mempunyai jiwa nasionalisme.

“Kita harus berbangga dengan adat istiadat, budaya yang kita punya, dan harus di kembangkan dan di mulai dari saat ini, banyak masyarakat kalau kita melihat dengan bangga berfhoto dan berselfie dengan stand yang bukan adat istiadat budaya kita”, Jelasnya.

Selain itu para rombongan senator dan wakil bupati ‘ Ardito’, beserta anggota langsung melihat ke lokasi obyek-obyek wisata yang akan di kembangkan di kampung Terbanggi Besar.

(*)