Langkah Awal Kerja LSM GMBI KSM Jati Agung ” Agendakan Destinasi Wisata Berkuda

  1. Lampung Selatan, Berwisata atau berlibur merupakan suatu kebutuhan primer (kebutuhan pokok) bagi manusia modern seperti sekarang ini. Dengan berwisata diharapkan akan memberikan suasana baru sebagai penyegar pikiran dan tubuh manusia akan rutinitas dalam pekerjaan sehari-hari yang melelahkan.

Dengan alasan tersebut Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Jati Agung melakukan terobosan dengan mempersiapkan destinasi wisata baru di Kecamatan Jati Agung, dengan membuka wisata berkuda.

Hal itu di ketahui dari bincang bincang santai awak media ini, bersama Ketua KSM LSM GMBI Jati Agung, Siharudin, Senin (15/03/2021) di lokasi Kampung Kuda, Desa Gedung Agung, Kecamatan Jati Agung.

Di tanah yang luasnya kurang lebih 1,5 hektar itu rencananya akan di buat taman rekreasi berkuda, dengan tajuk “KAMPUNG KUDA”.

Siharudin mengatakan,” sampai saat ini persiapannya sudah mencapai 50 % mulai dari persiapan Lahan, Delman, dan kuda. Dalam waktu dekat ini akan kami upayakan secepatnya mempersiapkan segala kekurangannya, ” ucapnya.

” Ini merupakan langkah kerja awal kami selaku Lembaga Swadaya Masyarakat yang ingin benar benar manfaat untuk masyarakat sekitar. Belum lama ini di bulan februari lalu kita semua mengadakan tasyakuran peresmian LSM GMBI KSM Jati Agung, nah wacana pembuatan wisata Kampung Kuda ini termasuk dalam agenda awal kerja nyata kami,” lanjut Siharudin.

Dirinya menambahkan,” Untuk mensukseskan semua ini, butuh kerja sama dari masyarakat, pemerintah desa, dan juga dinas pariwisata kabupaten Lampung Selatan. Karena, kedepan cikal bakal destinasi wisata berkuda ini akan kami ajukan ke Dinas Pariwisata Lampung Selatan,” imbuhnya.

” Supaya lebih bagus, kita akan coba ajukan ke Dinas Pariwisata, dan akan kami persiapkan terkait administrasi surat menyurat atau apapun yang dibutuhkan pihak Dinas terkait. Sementara ini, pihak pemerintah desa setempat mendukung, warga sekitar juga mendukung, apa lagi yang kita tunggu,” tegas siharudin.

” Saat ini sudah kita siapkan 7 ekor Kuda, Pejantan 3 Ekor, Betina 4 Ekor, dan sudah ada yang memesan 2 Ekor lagi, guna mendukung agenda wisata berkuda ini. Sementara untuk pelatih atau pemandu kita datangkan langsung dari Jawa Barat.

” Dengan dukungan dari semua pihak, semoga agenda wisata berkuda ini bisa terwujud, dan di pastikan syarat manfaat, karena dengan dibukanya wisata baru secara otomatis membuka peluang lapangan kerja baru juga,” ungkapnnya.

” Harapannya, kedepan bisa kami upayakan menjadi salah satu destinasi wisata pilihan, yang unik di Kabupaten Lampung Selatan. Dan Insyaallah secepatnya, kita proses supaya menjadi salah satu wisata pilihan khususnya di Kecamatan Jati Agung” tutupnya.

Disisi Lain, Mang Tedi (sapaan akrab) Pria asal Jawa Barat, Bandung Kecamatan Majalaya, selaku pelatih dan pengurus kuda di “Kampung Kuda” tersebut mengaku mengenal kuda sejak usia 10 Tahun.

” Saya mengenal kuda sudah dari usia 10 tahun, turun temurun gitu, dari orang tua,” kata Tedi.

Mang Tedi mengungkapkan,” Mengurus kuda itu gampang, di lihat dari lebih terbiasa atau tidaknya orang tersebut sih, Kalau sudah biasa ya mudah saja, bang,” terangnya.

Dirinya menjelaskan, Kuda di beri makan 3 kali dalam sehari. Pagi dan sore hari diberi makan dedak padi dan onggok, siangnya di beri makan rumput. Untuk mandi, dalam sehari 2 kali mandi, pagi dan sore. Kalau cuaca buruk saja tidak dimandikan, seeprti cuaca mendung dan hujan,” jelas Tedi.

Lebih jauh Mang Tedi mengatakan,” Kuda kuda yang ada di sini jenisnya kuda Sumbawa dan ada juga yang dari peranakan australia. Untuk kisaran harga Kuda sendiri di mulai dari 20 Juta sampi dengan 50 juta. Tergantung kwalitas kuda tersebut. Kalau ada yang minat bisa hubungi saya langsung, dengan cara berkunjung ke Kampung kuda ini. Nanti kudanya kita kirim langsung dari Bandung.

“Sekiranya ada kuda yang jelek, insya’allah di tangan saya bisa jadi lebih baik. Ya, karena faktor pengalaman tadi bang,” ungkapnya tersipu malu, sambil lemparkan senyum.

Mang Tedi menambahkan,” di kampung kuda ini selain wisata edukasi perkudaan, di buka juga sekolah berkuda. Materinya pelatihan menunggang kuda, kemudian bagaimana cara merawat kuda, dari memandikan , cara memberikan makan dan bahkan bagaimana cara melihat kuda itu sedang dalam kondisi sehat atau tidaknya, ya semua persoalan tentang kuda lah bang,” ucapnya.

” Jika ingin berkuda disini cukup mengeluarkan uang Rp 10.000,- untuk dua kali putaran, dan untuk naik delman keliling kampung Rp. 30.000,- pulang pergi. Biasanya dalam satu delman itu muat 5 orang penumpang dan 1 kusir. Di sini sudah kita sediakan 3 Delman.

“Alhamdulillah yang datang cukup banyak, dari kecamatan sekitar, ataupu luar daerah sudah pernah kesini,” papar Tedi.

Harapannya, semoga kedepan lebih ramai dan di Lampung ini banyak yang berminat berkuda. Walaupun sekarang sudah mulai ramai pecinta kuda, mudah mudahan lebih rami lagi,” harapnya. (Arif)