Mahasiswa KKNT UPI Purwakarta Berbagi Tips Membimbing Anak Belajar Daring Tanpa Pusing

Indo-Opsi.com РAdanya virus corona-19 yang masuk ke Indonesia pada tahun 2020 memberiakan dampak yang luar biasa hampir pada semua bidang, salah satunya adalah bidang pendidikan. Sehingga dengan adanya virus ini proses belajar mengajar menjadi berubah dari yang tatap muka menjadi tatap maya. Dimana peserta didik belajar dari rumah menggunakan media daring (dalam jaringan). Bagi peserta didik dengan jenjang pendidikan di atas SD, mereka sudah pandai memanfaatkan media daring sehingga orang tua tidak begitu pusing. Namun lain halnya dengan anak SD ataupun TK yang ketika ada tugas dari guru maka orang tua yang menjadi pusing.

Berdasarkan hal tersebut saya Fivi Triyulia dari Prodi PGPAUD Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Purwakarta, saya satu dari 32 mahasiswa yang tergabung dalam kelompok 8 untuk menjalankan KKN Tematik di daerah yang berbeda. Kelompok 8 dibimbing oleh Bapak Syifaul Fuada S.Pd., M.T., (Dosen Prodi S1 Sistem Telekomunikasi). Kegiatan KKN ini dilaksanakan sejak 17 November hingga 17 Desember 2020 mendatang. Berbeda dengan KKN tahun sebelumnya yang mana tempat sasaran dari kegiatan KKN itu dipilihkan dari pihak LPPM UPI, namun pada KKN Tematik kali ini mahasiswa memilih tempat sasaran sendiri di sekitar tempat tinggal. Oleh karenanya tempat yang menjadi sasaran saya pada kegiatan KKN ini adalah TKIT Az-Zachra yang berada di Kp. Rawa Banteng Desa Mekar Wangi Cikarang Barat Kabupaten Bekasi. Tempat sasaran ini saya ambil untuk melaksanakan program wajib yang akan saya lakukan.

Program wajib yang saya lakukan adalah penguatan pembelajaran daring pada guru TK, pendampingan pembelajaran daring pada siswa dan pendampingan orang tua dalam membimbing anak melalui pembelajaran daring. Kegiatan yang akan saya lakukan terutama untuk pendampingan orang tua dalam membimbing anak salah satunya yaitu berbagi tips kepada orangtua agar tidak pusing dalam membimbing anak belajar daring berupa pamflet yang dapat dikirim melalui media sosial. Kegiatan ini dilakukan berdasarkan hasil pengamatan saya di TKIT Az-Zachra, bahwa sebagian besar orang tua merasa lelah dan pusing dalam melakukan pembelajaran daring sehingga jika diberikan pilihan untuk belajar luring atau daring maka orangtua lebih memilih luring. Selain itu juga karena banyaknya berita tentang orangtua yang tega melakukan kekerasan fisik atau bahkan sampai membunuh anak karena sulit belajar daring. Naudzubillah min dzalik.

Maka dari itu saya akan berbagi tips membimbing anak belajar daring agar orangtua tidak pusing dan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan, berikut ini beberapa tips yang dapat saya bagikan:

  1. Sabar : Setiap anak memiliki proses berfikir yang berbeda-beda, ada yang mudah mengerti dan adapula yang sulit mengerti terhadap pembelajaran. Sehingga terkadang emosi orangtua muncul tatkala putra putri mereka sulit sekali memahami pembelajaran. Oleh karenanya orangtua harus ekstra sabar dalam membimbing anak belajar daring, jangan sampai kata-kata negatif apalagi kekerasan fisik dilakukan oleh orangtua kepada anak. Karena jika orangtua melakukan hal tersebut maka akan berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak di masa depan atau bahkan orangtua akan merasa menyesal terhadap perbuatannya ketika semua sudah terlambat. Maka bimbinglah anak dengan sabar dan penuh kasih sayang mulai sekarang.
  2. KenaliGaya Belajar Anak : Gaya belajar anak berbeda satu dengan lainnya. Ada yang lebih suka belajar dengan cara mendengarkan, ada juga yang lebih tertarik belajar dengan melihat gambar-gambar, dan tidak sedikit pula yang memiliki gaya belajar dengan selalu melibatkan fisiknya yaitu sambil bergerak ke sana kemari. Tidak ada yang salah pada setiap gaya belajar anak, masing-masing gaya belajar memiliki keunggulan dan kekurangan. Tugas kita sebagai orang tua adalah mengenali gaya belajar seperti apa yang dimiliki oleh masing-masing anak. Dengan mengenalinya kita dapat memberikan metode belajar yang tepat sesuai dengan kebutuhan anak sehingga mereka dapat memahami pembelajaran dengan mudah.
  3. Persingkatwaktu belajar : Anak pada jenjang TK hingga SD memiliki kemampuan untuk menyerap pembelajaran dengan durasi waktu yang tidak lama, sehingga apabila banyak materi atau kegiatan yang harus dikerjakan anak, mereka akan mereasa bosan dan tidak bersemangat. Maka dari itu kita dapat membersingkat waktu belajar anak dan memberi waktu jeda. Selama jeda berikan anak kebebasan untuk melakukan permainan apa saja. Bisa juga orang tua menyediakan cemilan atau minuman favoritnya.
  4. Menciptakan Ruangan yang Kondusif
    Sebagai orang tua kita harus bisa menyediakan ruang belajar yang kondusif untuk anak-anak. Karena apabila mereka belajar dalam kondisi yang tidak nyaman, maka akan sangat sulit bagi anak untuk bisa memahami pembelajaran. Ketika menciptakan ruangan belajar yang kondusif kita perlu menentukan tempat atau ruangan yang nyaman dan melibatkan anak untuk menentukan di mana mereka ingin belajar. Setelah menentukan ruangan belajar selanjutnya kita harus memastikan tidak ada hal-hal yang dapat mengganggu perhatian anak. Seperti suara TV, musik keras, ataupun percakapan yang lantang ketika anak hendak belajar.

Demikianlah tips yang dapat saya bagikan dan saya berharap setelah berbagi tips ini, orangtua dapat lebih mudah dalam membimbing anak belajar daring, sehingga anak-anak juga tetap bisa belajar, serta dapat tumbuh dan berkembang dengan baik sesuai dengan apa yang orangtua harapkan. (Red/Fivi Triyulia)