Pemilihan Ketua DEMA terkesan dipaksakan, sejumlah mahasiswa STAI YASBA ajukan mosi tidak percaya dan menolak hasil kongres

Kalianda – Kongres merupakan tatanan tertinggi dalam pengambilan keputusan, tak hanya itu kongres juga sebagai ajang pemilihan ketua dalam organisasi. Kongres V Dewan Mahasiswa (DEMA) STAI YASBA yang digelar di kampus STAI YASBA ini menghasilkan ketua terpilih yang baru berinisial RK, Sabtu (22/8/2020).

Dalam sidang kongres V DEMA STAI YASBA, Pimpinan sidang Tetap langsung menetapkan Sdr RK sebagai ketua DEMA terpilih tanpa alur pemilihan sebagaimana demokrasi ditingkat mahasiswa dan terkesan sudah dikondisikan/settingan. Sementara itu ada beberapa kandidat lain juga yang maju dalam pemilihan Ketua DEMA.

Terpilihnya Ketua DEMA yang baru ini dinilai inkonstitusional, menutup ruang demokrasi mahasiswa, cacat hukum sesuai AD/ART DEMA STAI YASBA.

Dwi julian pratama yang merupakan kandidat calon Ketua DEMA mengatakan “kongres tidak sah, masa langsung terpilih tanpa ada prosedur demokrasi yang semestinya ” ujarnya.

Terpisah di konfirmasi, wasliyah yang juga kandidat calon ketua DEMA menyampaikan “banyak kejanggalan karena sudah terkondisikan/settingan, terkesan dipaksakan” pungkasnya.

Diketahui sdr RK masih menjabati dudukan strategis dalam kepengurusan Himpunan Mahasiswa Lampung Selatan (HIMALS).

Sejumlah mahasiswa akan mengajukan mosi tidak percaya terhadap ketua DEMA terpilih dan menolak hasil kongres.

(Yudi)