Gegara tergiur 1M,Perampok dihadiahi peluru akibat Melawan Petugas Polres Tanggamus

Tanggamus– Tiga pelaku perampokan di Tanggamus, Lampung, ditangkap polisi, Selasa (28/42020) dini hari. Dari hasil pemeriksaan terungkap bahwa para tersangka awalnya tergiur ingin memiliki duit korban Rp 1 miliar.

Ketiga pelaku yang ditembak pada bagian kakinya karena berupaya melakukan perlawanan itu kini telah diamankan di Mapolres Tanggamus.

Adapun ketiga pelaku yakni Bukhori alias Boy (50), warga Desa Padang Cermin, Padang Cermin. Kemudian, Sahibi alias Ibi (44) warga Desa Tri Mulyo, Padang Cermin, dan Zahroni alias Roni alias Ani (32) warga Desa Way Urang, Way Ratai. Sedangkan pelaku lainnya yang terindikasi terlibat kini masih dalam pengejaran petugas.

Kasat Reskrim AKP Edi Qorinas mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto mengatakan para tersangka merampok rumah korban karena diberikan informasi oleh seorang warga Kelumbayan bahwa di rumah tersebut terdapat uang Rp 1 Miliar. Atas informasi tersebut, para pelaku lantas mendatangi rumah korban.

Edi Qorinas menjelaskan kronologis perampokan tersebut. Menurutnya aksi kejahatan tersebut terjadi pada Senin, 13 April 2020 sekitar pukul 03.00 WIB. Awalnya 4 pelaku masuk ke rumah korban dengan cara mencongkel jendela dan kemudian membuka pintu depan.

Setelah berhasil masuk ke dalam rumah, para pelaku kemudian membangunkan korban. Mereka juga mematikan lampu rumah. Para pelaku lantas menanyakan kepada korban dimana ia menyimpan uang Rp 1 miliar.

Namun, korban mengaku tidak mengetahui perihal uang Rp 1 miliar yang dimaksud para pelaku. Korban juga mengaku tidak mempunyai uang sebanyak itu.

Mendengar jawaban korban, salah seorang pelaku kemudian menodongkan benda mirip senjata api laras panjang ke dahi korban.

“Karena para pelaku tidak percaya, mereka mengikat korban menggunakan tali dan membekap mulut korban menggunakan kain di ruang TV. Keempat pelaku ini lalu masuk ke 3 kamar dan mencari barang-barang berharga. Dirasa memang benar tidak ada uang Rp 1 Miliar tersebut, mereka kemudian kabur membawa barang berharga milik korban,” jelas Edi Qorinas, dalam keterangannya, Selasa (28/4/2020).

Berdasarkan keterangan korban, lanjut Kasat Reskrim, dirinya sudah 5 kali dirampok dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. “Menurut korban, kurun waktu 10 tahun dia sudah 5 kali menjadi korban perampokan sehingga kami kembangkan kemungkinan pelaku lainnya,” ujarnya.

Saat ini ketiga tersangka dan barang bukti masih dalam proses penyidikan di Satreskrim Polres Tanggamus. Sedangkan pelaku lain yang terlibat masih dalam pengejaran. “Atas perbuatannya, para tersangka dijerat pasal 365 KUHPidana dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara,” pungkasnya.

Senjata Replika

Sementara itu, tersangka Bukhori alias Boy mengaku senjata tersebut merupakan replika yang didapatkan dari rekannya.

Ia juga mengaku bahwa informasi bahwa korban menyimpan uang Rp 1 Miliar juga diperoleh dari rekannya. Namun, saat itu rekannya tersebut tidak memberitahukan dimana uang tersebut disimpan.

“Senjatanya saya dapet dari teman, senjata itu replika. Waktu masuk rumah korban saya juga yang menodongkan senjata itu,” kata dia.

Sedangkan dua tersangka lainnya, Sahibi alias Ibi dan Zahroni alias Roni alias Ani mengaku saat masuk rumah korban, mereka dengan berbekal kayu juga membantu mengikat dan membekap korban. “Kami pegang kayu, yang pegang senjata temen saya Boy,” ujarnya.

Terkait barang hasil curian, para pelaku mengaku belum dijual dan masih disimpan di rumah Bukhori alias Boy. “Barang belum dijual dan kami belum mendapatkan hasil,” pungkasnya.

Sebelumnya, Tim gabungan Tekab 308 Polres Tanggamus dan Polsek Limau menangkap tiga perampok yang beraksi di Pekon Sidoharjo, Kecamatan Kelumbayan Barat, Tanggamus, Lampung. Ketiga pelaku terpaksa ditembak polisi di bagian kakinya karena berupaya melakukan perlawanan.

(fandi)