Sebaran Kasus Corona di Wilayah Lampung Per 2 April

 

Hingga Kamis, 2 April 2020 pukul 10.00 WIB, kasus positif corona di Lampung bertambah menjadi 11. Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) bertambah menjadi 20 orang.

Berdasarkan data yang dirilis Dinas Kesehatan Lampung, hari ini, juga disebutkan bahwa saat ini Orang Dalam Pemantauan (ODP) menjadi sebanyak 1074. Kemudian, terdapat 1 kasus meninggal, 11 kasus negatif, dan 2 kasus sembuh.

Untuk kasus positif, terjadi penambahan 3 orang sehingga kini menjadi 11. Kasus positif tersebut tersebar di tiga wilayah di Lampung yakni Bandar Lampung 9 kasus, serta Lampung Tengah dan Lampung Barat masing-masing 1 kasus.

Sedangkan 20 PDP di Lampung tersebar di delapan kabupaten/kota. Terbanyak yakni di Lampung Tengah dengan jumlah 8 orang.

Berikut data lengkap sebaran kasus Covid-19 di Provinsi Lampung periode 18 Maret-1 April 2020 yang dirilis Dinas Kesehatan Lampung per 2 April 2020 pukul 10:00 WIB

Lampung Barat
ODP: 40
PDP: 1
Positif: 1
Negatif: 0

Lampung Utara
ODP: 43
PDP: 0
Positif: 0
Negatif: 0

Way Kanan
ODP: 53
PDP: 0
Positif: 0
Negatif: 0

Tulangbawang Barat
ODP: 16
PDP: 0
Positif: 0
Negatif: 0

Mesuji
ODP: 21
PDP: 0
Positif: 0
Negatif: 0

Tulangbawang
ODP: 10
PDP: 1
Positif: 0
Negatif: 0

Lampung Tengah
ODP: 40
PDP: 8
Positif: 1
Negatif: 0

Pesisir Barat
ODP: 32
PDP: 1
Positif: 0
Negatif: 0

Tanggamus
ODP: 139
PDP: 0
Positif: 0
Negatif: 0

Pringsewu
ODP: 39
PDP: 1
Positif: 0
Negatif: 2

Pesawaran
ODP: 15
PDP: 0
Positif: 0
Negatif: 0

Bandar Lampung
ODP: 187
PDP: 6
Positif: 9
Negatif: 7
Sembuh: 2
Meninggal: 1

Lampung Selatan
ODP: 234
PDP: 1
Positif: 0
Negatif: 1

Metro
ODP: 108
PDP: 0
Positif: 0
Negatif: 0

Lampung Timur
ODP: 97
PDP: 1
Positif: 0
Negatif: 1

Kepala Dinas Kesehatan Lampung Reihana sebelumnya mengatakan pihaknya selalu mengupdate data dan informasi terkait perkembangan Covid-19 di Lampung yang bisa dilihat masyarakat melalui laman instagram Dinas Kesehatan setiap sekitar pukul 10.00 WIB.

Reihana juga mengimbau kepada masyarakat untuk sementara ini tidak keluar Lampung. “Kami sekarang lebih perketat, lebih berikan edukasi pada orang-orang pendatang. Kita harapkan masyarakat jangan keluar dari Lampung. Diam dulu di rumah,” ujar Reihana.