Pembukaan Latihan Kader 1 HMI Komisariat Dakwah, Dr Zam : Hmi Tidak Mengajarkan Politik Praktis dan Pragmatis

Bandar Lampung,– Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Dakwah Cabang Bandar Lampung melaksanakan basic training latihan kader 1 (LK 1), yang dilaksanakan di Lamban Juang Hmi Cabang Bandar Lampung. (Kamis, 12/3/19).

LK 1 tersebut memiliki jumlah peserta sebanyak 53 orang, yang mengusung tema PRIMMER (Pribadi Muslim, Militan, Berintelektual, yang dilaksanakan bersamaan dengan pelantikan pengurus Korps Hmi-wati (Kohati).

Banyak alumni-alumni Hmi yang hadir dalam agenda tersebut dari berbagai angkatan, termasuk dr. Zam yang sekaligus sebagai bakal Calon Wakil Walikota Bandar Lampung.

Doker yang memiliki nama lengkap Zam Zanariah tersebut mengatakan, kader Hmi itu selalu berdampingan bersama masyarakat sekaligus sebagai Harapan Masyarakat Indonesia.

“Banyak yang kagum terhadap kader hmi, dimanapun, kapan pun kader hmi selalu siap dibarisan terdepan mengawal masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Dr. Zam juga mengungkapkan, kader hmi itu berjiwa pemimpin, calon pemimpin harus peka dalam keadaan yang ada.

“Di hmi diajarkan untuk berproses dengan baik, tidak diajarkan politik praktis maupun pragmatis,” ungkap ketua Forum Korps Hmi-wati tersebut.

Menanggapi kalimat yang dilontarkan oleh dr. Zam, Ketua Umum Hmi Komisariat dakwah Julian Fajri (23) sangat sepakat dengan ucapan yang disampaikan oleh seniornya tersebut.

“Saya terharu bisa berada di tengah adik-adik calon kader, sebab waktu itu pernah merasakan juga yang namanya basic training selama 7 hari,” tuturnya.

Tum Jul sapaan akrabnya, berpesan kepada calon peserta jangan sampai menjadi kader yang Muntaber (Mundur Tanpa Berita) dan jangan menjadi kader yang hilang muncul hilang muncul.

“Karna kalau kita sudah terjun di dalam satu kubangan air maka haram bagi kita untuk muncul di permukaan, tetapi kita harus masuk yang lebih dalam lagi. Saya berharap ketika adik-adik kelak telah menjadi kader harus tetap berperan aktif di komisariat agar bisa berproses sebagaimana mestinya di HmI,” Tuturnya

(Raden)