30 Rumah di Lamtim Terdampak banjir, BPBD-Dinsos Siapkan Tenda-Makanan

Lampung Timur – Akibat luapan air sungai di Desa Tanjung Tirto, Kecamatan Way Bungur, Lampung Timur (Lamtim) menyebabkan 30 rumah warga terdampak banjir.

Kepala BPBD Lamtim, Mashur Sampurna Jaya, mengatakan, berdasarkan data sementara yang diperoleh pihanya, 30 rumah warga itu berada di Dusun IV sebanyak  empat rumah, dan Dusun V sebanyak 26 rumah.

Air juga menggenangi tempat pelelangan ikan (TPI), masjid, dan pos kehutanan di Dusun V Desa Tanjung Tirto.

“Banjir terjadi sudah sepekan. Ketiggian air 60 centimeter. Mayoritas rumah warga tergenang banjir karena dekat aliran sungai. Hari ini BPBD dan PMI dibantu Polri serta TNI turun membantu masyarakat,” kata Mashur, saat dihubungi, Rabu, 29 Januari 2020.

Dikatakannya, BPBD dan PMI Lamtim memberikan bantuan 25 tas sekolah, peralatan masak 10 kotak, peralatan makan 10 kotak, peralatan kesehatan 5 kotak, kitchenware 10 boks, Hygiene Kits 10 boks, terpal 10 lembar, tikar 10 lembar, 20 buah bak, selimut 10 lembar, dan kelambu 3 set.

Selain Way Bungur, BPBD Lamtim mendata terdapat luapan air sungai pada beberapa desa di tiga kecamatan, yakni Sukasana, Batanghari dan Sekampung Udik.

Untuk sementara tiga kecamatan tersebut mayoritas lahan pertanian terendam dan akses jalan tergenang air.

“Kalau warga membutuhkan nanti kami siapkan perahu karet. Kami turun ke Desa Tanjung Tirto untuk melihat akar permasalahannya karena staf sudah turun. Instansi yang berwenang akan kita koordinasikan supaya dapat membantu warga,” jelas Mashur.

Dinas Sosial (Dinsos) Lamtim pun turut membantu korban terdampak banjir di Desa Tanjung Tirto. Diketahui, desa tersebut sering terdampak banjir.

Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Lamtim, Rana Deya, menyatakan, pihaknya telah mengirimkan bantuan kepada korban terdampak banjir.

Di antaranya, 22 dus mie instan, 12 dus air mineral, 8 kg gula, 7 liter minyak goreng, 5 pak teh, beserta tenda untuk dapur umum.

“Dengan bantuan ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang menjadi korban,” ujar Rana. (*)