Chusnunia Chalim Tinjau Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Semaka

Tanggamus-indo-opsi.com-Wakil Gubernur Provinsi Lampung Chusnunia Chalim Tinjau Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Semaka pada Kamis malam (7/1) lalu.

Dalam peninjauan tersebut Wakil Gubernur Chusnunia Chalim di dampingi Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani, forkopimda kabupaten Tanggamus, Staf ahli Bupati bidang kemasyarakatan dan SDM Firman Ranie, Anggota DPRD Provinsi Lampung fraksi PKB Azwansyah, beberapa kepala OPD Kabupaten Tanggamus, Sekcam semaka dan Uspika Kecamatan semaka.

Bertolak dari pekon Banjar Manis kecamatan Gisting sekira Pkl. 11.00WIB, Wakil Gubernur beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Tanggamus beranjak menuju Kecamatan Semaka untuk meninjau langsung dampak dari musibah yang menimpa wilayah tersebut.

Dalam kesempatan itu Nunik di dampingi Bupati kabupaten Tanggamus langsung ke kantor kecamatan semaka dan meninjau dapur Umum di Posko Bencana yang berada di asrama kecamatan semaka.

Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani menyampaikan kepada Wagub provinsi Lampung bahwa masyarakat pekon way kerap pardawaras, pekon way kerap mulang Maya, pedukuhan, banding agung kecamatan semaka berharap agar pemerintah provinsi segera memasang tanggul beronjong sungai agar air sungai tidak masuk lagi ke dua pekon tersebut dan pekon yang lainnya yang ada di kecamatan semaka Kabupaten Tanggamus.

“Hari ini, kami jajaran Pemerintah Provinsi Lampung turun langsung untuk melihat dan sekaligus memberikan dukungan moril dan materil kepada masyarakat yang terdampak banjir”, kata Wagub, Kamis (16/1/2020).

Wagub menyarankan dalam penanganan bantuan dan lain-lain, terfokus pada satu titik atau satu pintu. “Tujuannya agar segala sesuatunya terkoordinir dengan jelas, baik dalam penerimaan bantuan maupun pendistribusiannya,” ungkapnya.

Disamping itu, Nunik juga menyarankan kepada Posko Bencana untuk terus mengatur manajemen setiap sumbangan atau bantuan yang masuk. “Kita tidak tahu kedepannya, apakah situasi ini sampai disini saja atau malah terjadi banjir susulan, kemungkinan itu bisa saja terjadi, apalagi BMKG sendiri telah memprediksi cuaca ekstrim seperti ini akan berlangsung hingga Februari mendatang,” terangnya.

Nunik berharap, dengan kondisi itu, baik pihak yang terlibat dalam penangan bencana maupun masyarakat agar tetap selalu waspada. Termasuk bagaimana mengatur manajemen bantuan itu dengan baik hingga situasi benar-benar kondusif bagi masyarakat setempat.

“Penanganan saat ini bisa kita lihat hanya bersifat kedaruratan, kedepan juga harus ditemukan formulanya supaya peristiwa banjir yang menimpa Kecamatan ini sudah bisa diatasi, dan terprogram dengan baik lagi dalam penanganannya,” ujarnya.

Lebih lanjut Wagub menyarankan agar pihak terkait, dalam hal ini Pemkab Tanggamus dan semua unsur terkait untuk dapat duduk bersama dan mencari solusi terbaik untuk antisipasi bencana kedepannya.

“Ya kita harus cari itu, memang kalau kita bicara secara global ini adalah faktor alam, namun kita juga harus punya catatan penyebab dan solusinya, dimana titik-titik rawan terjadi bencana itu, apa penyebabnya, dan apa yang dapat kita lakukan ke depan untuk mengantisipasinya, dan itu harus dipecahkan bersama,” imbuhnya.

Sementara di tempat berbeda Kepala Dinas Sosial Tanggamus Zulfadli mengungkapkan, memang untuk bantuan logistik korban bencana banjir semua terfokus pada satu titik, yakni Posko Penanggulangan Bencana yang ada di kecamatan yang dikoordinatori BPBD Tanggamus.

“Semua bantuan dari berbagai sumber terpusat di Posko ini, nanti untuk pendistribusiannya, dalam hal ini BPBD Tanggamus berkoordinasi dengan pihak Kecamatan,” ungkapnya.

Namun, kata Zulfadli, tidak menutup kemungkinan ada bantuan yang diberikan langsung ke lokasi. Dan berkoordinasi dengan Posko Penanggulangan Bencana tersebut. “Kalau sifatnya secara umum biasanya masuk ke Posko ini, tapi ada juga yang langsung memberikan ke lokasi, baru setelahnya berkoordinasi dengan Posko ini,” terangnya.

Sementara BPBD Tanggamus yang disampaikan melalui Kabid Kedaruratan Adi Nugroho mengaku, hingga saat ini bantuan dari berbagai kalangan masih terus berdatangan. “Semua bantuan kami catat dengan rinci, begitupun saat pendistribusian”. (Red)